PEDOMAN LAYANAN IKLAN

Pedoman Layanan Iklan (“Pedoman”) ini dibuat untuk memberikan petunjuk kepada Pengiklan dan/atau Agensi yang bertindak untuk dan atas nama Pengiklan dalam mempersiapkan Konten (atau materi) yang akan ditayangkan atau dipublikasikan pada Layanan-layanan yang disediakan oleh LINE Corp dan/atau Afiliasinya (“Perusahaan”).

Pedoman ini harus dibaca bersama-sama dengan syarat dan ketentuan serta pedoman yang berlaku terhadap Layanan-layanan yang relevan serta Perjanjian Pokok Layanan LINE atau Perjanjian Pembelian Layanan LINE Secara Tidak Langsung.

A. Kriteria Umum Untuk Mengiklankan Barang Dagangan Atau Jasa 

Pemasang Iklan harus mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang relevan, etika pariwara dan juga kriteria umum berikut untuk mengiklankan barang dagangan atau jasa pada Layanan-layanan LINE seperti LINE Official Account, LINE Timeline, LINE Today, LINE Points Ads dan/atau Layanan LINE lainnya, yang saat ini telah ada dan yang mungkin akan ada dikemudian hari.

1.   Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2016 (“Undang-undang ITE”)

Mengingat bahwa Konten (atau materi) akan ditampilkan melalui sistem elektronik yang digunakan oleh Layanan LINE, maka ketentuan sebagai berikut dalam Undang ITE akan berlaku:

Konten dalam iklan harus berisi informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan barang dan/atau jasa yang ditawarkan;

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan yang melanggar kesusilaan termasuk eksploitasi seksual terhadap anak;

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan perjudiaan; 

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; 

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman; 

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan informasi bohong dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen;

Konten dalam iklan tidak boleh memiliki muatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Pelanggaran atas ketentuan-ketentuan diatas dapat dikenakan beragam sanksi yaitu pidana penjara maksimum 6 (enam) tahun dan/atau dengan denda maksimum sebesar Rp.1.000.000.000 (satu miliar Rupiah).

2. Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang  Perlindungan Konsumen (“Undang-undang Perlindungan Konsumen”)

Undang-undang Perlindungan Konsumen yang bertujuan memberikan perlindungan kepada konsumen, secara garis besar mensyaratkan pelaku usaha perikalan untuk tidak memproduksi iklan yang:

Mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, bahan, kegunaan dan harga barang dan/atau tarif jasa serta ketepatan waktu penerimaan barang dan/atau jasa;

Mengelabui jaminan/garansi terhadap barang dan/atau jasa;

Memuat informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa;

Tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan/atau jasa;

mengeksploitasi kejadian dan/atau seseorang tanpa seizin yang berwenang atau persetujuan yang bersangkutan; dan/atau

Melanggar etika dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.

Pelanggaran atas ketentuan-ketentuan diatas dapat dikenakan beragam sanksi yaitu pidana penjara maksimum 5 (lima) tahun dan/atau dengan denda maksimum sebesar Rp.2.000.000.000 (dua miliar Rupiah).

3.   Kriteria Umum Iklan pada Media Internet berdasarkan Etika Pariwara 2007 

Berdasarkan Etika Pariwara 2007 iklan pada media internet:

Tidak boleh ditampilkan sedemikian rupa sehingga mengganggu kebisaan atau keleluasaan pelanggan untuk merambah (to browse) dan berinteraksi dengan situs terkait, kecuali telah diberi peringatan sebelumnya.

Wajib mencantumkan secara jelas hal-hal berikut;

       alasan mengapa penerima pesan dikirimi iklan tersebut;

       petunjuk yang jelas dan mudah tentang cara untuk tidak lagi menerima kiriman iklan dari alamat ana tau pihak yang sam;

       alamat lengkap dari pengirim iklan; dan

       jaminan atas hak-hak dan kerahasiaan pribadi penerima pesan iklan tersebut

Iklan daring (on-line) atau interaktif: Iklan yang menawarkan sesuatu produk melalui sesuatu media secara daring atau interaktif, wajib mematuhi hal-hal sebagai berikut:

tidak mensyaratkan perlunya menyampaikan informasi tentang pelanggan yang lebih dari kebutuhan bertransaksi atas produk terkait;

tidak menggunakan informasi tentang pelanggan tersebut untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan suatu transaksi normal;

menjamin, bahwa metode pembayaran yang diberlakukan kepada pihak pembeli adalah aman dari penyadapan atau penyalahgunaan oleh pihak manapun.

4. Kriteria Umum yang Memuat Pelarangan atau Pembatasan Isi Iklan 

4.1 Iklan Membujuk dengan Pesan Tersamar

Iklan tidak boleh menampilkan, menggunakan atau mengiklankan nama, merek, merek dagang, hak cipta, paten, dan/atau kekayaan intelektual lain tanpa izin atau persetujuan dari pemegang hak. 

Konten iklan harus jelas dan terbaca.

Iklan tidak boleh memuat pernyataan yang salah atau berlebihan. 

Iklan tidak boleh menyebabkan kesalahpahaman dalam elemen esensial mengenai barang atau jasa, merujuk pada laporan yang salah, tidak berdasar atau berlebihan, statistik atau apapun juga serta memuat pernyataan bahwa orang kebanyakan tahu bahwa hal itu tidak dapat dipercaya. 

Iklan tidak boleh secara langsung maupun tidak langsung mendorong komisi atas tindakan llegal atau amoral, atau mengakibatkan

Iklan tidak boleh menyebabkan perpecahan atau mengakibatkan kerugian pada persatuan masyarakat.

Iklan harus menghindari menggunakan kata komparatif dan tingkat perbandingan seperti “paling”, “pertama”, “100%” atau kata-kata lain dengan makna yang sama dalam iklan kecuali Pemasang Iklan memiliki bukti untuk membuktikan bahwa produk atau jasa tersebut memiliki kualifikasi sebagaimana disebutkan.

4.2    Iklan Erotis

       Apabila materi iklan untuk produk dewasa atau produk bukan untuk dewasa dihadirkan dengan cara “mengekspos”, “menggoda” atau “telanjang”, maka akan dianggap iklan erotis. Iklan erotis harus dihindari karena dianggap tindakan amoral atau dapat mempengaruhi budaya nasional. 

       Materi iklan yang memuat sindiran seksual, termasuk gambar yang memperlihatkan kulit dan ketelanjangan, mempromosikan konten tersebut harus dihindari karena dianggap sebagai tindakan amoral atau mempengaruhi budaya nasional.

       Dalam kondisi lain pada ambang menjadi erotis dan secara potensial menyinggung warga net, LINE dapat melaksanakan putusannya dalam menentukan apakah dilarang atau tidak atas iklan tersebut.

4.3    Elemen Iklan yang Ilegal atau Tidak Sah (Gambar dan Video/Musik)

      Gambar individu (misalnya penyanyi atau politisi), kelompok, atau perusahaan dan sebagainya, tidak boleh digunakan untuk iklan tanpa izin atau otorisasi dari pemegang hak, tidak juga menyatakan atau menyiratkan secara berlebihan atau pernyataan yang tidak benar.

       Video, musik, dan video musik tidak boleh digunakan untuk iklan tanpa izin atau otorisasi dari pemegang hak. 

5. Ketentuan atau Kriteria Lain yang Berlaku Namun Belum Dirujuk dalam Peraturan Perundang-undangan, Etika Pariwara dan Kriteria Umum Yang Dinyatakan Diatas 

Secara umum, selain apa yang telah disebutkan diatas, Pengiklan dan/atau Agensi dilarang untuk mengiklankan barang dan/atau jasa yang tergolong berbahaya, dengan cara apapun melanggar hukum, menginasi privasi orang lain atau hak-hak lainnya, iklan yang menduplikasi iklan pihak lain, dan iklan yang mengandung data pribadi orang tertentu yang tidak mendapatkan persetujuan penggunaan dari orang tersebut, penggunaan kata “halal” hanya dapat dilakukan untuk produk yang telah bersertifikat halal, kata “presiden “raja” dan “ratu” atau sejenisnya tidak dapat digunakan dalam konotasi negatif.

B. Kriteria Khusus untuk Mengiklankan Jenis – jenis Tertentu dari Barang Dagangan atau Jasa   

Selain dari kriteria umum yang dinyatakan sebelumnya, Pemasang Iklan juga harus memperhatikan kriteria khusus berikut ini sebelum mengiklankan barang dan/atau jasa tertentu pada Layanan-layanan LINE:

1. Barang dan/atau Jasa yang Dilarang Untuk Diiklankan  

  • Barang dan/atau jasa dengan materi dewasa:  

- barang atau jasa yang iklannya  mengandung pornografi dan/atau melibatkan orang-orang  di bawah usia dewasa (pedofilia);

- barang-barang terkait dengan kekerasan seksual, alat bantu seks, enlargement pill, perangsang, boneka seks; dan

- jasa pijat (++), lady escort, jasa seks komersial, pendamping karaoke.

  • Barang yang melanggar hak kekayaan intelektual pihak lain: seperti black market item, barang palsu, barang KW, imitasi, super premium, grade AAA/+++, barang bajakan, salinan dari barang aslinya dan replika, branded wannabe, film, file musik, perangkat lunak dan barang-barang lain yang melanggar hak kekayaan intelektual. 
  • Narkoba, Obat-obatan, Makanan, Minuman Tertentu:  

- obat-obatan terlarang sesuai dengan Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, psikotropika dan obatan-obatan atau zat dan bahan kimia penggantinya;

- obat-obatan, makanan dan minuman yang belum mendapatkan izin edar di Indonesia dan/atau yang materi iklannya belum/tidak disetujui oleh pihak-pihak berwenang;

- makanan, minuman dan obat – obatan yang belum terdaftar/dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

  • Jasa Hacking dan Cracking:  termasuk dalam kategori ini adalah jasa jailbreak/by pass/unlocked, jasa instalasi operating system yang tidak original/sertifikasi, jasa alat sadap/intersepsi, penjualan kunci serial yang dijual tanpa menyediakan softwarw, jasa hacking, jasa perusakan website.
  • Senjata, Peledak dan Atribut Pemerintah: senjata api dan segala alat yang dibuat untuk mencelakakan atau menganiaya orang, maupun amunisi, bagian senjata, senjata udara, senjata bius, kembang api dan bahan peledak tidak boleh diiklankan. Begitu pula, dengan produk-produk yang berhubungan dengan militer seperti tanda kepangkatan, atribusi instansi  pemerintah (Polri, Dinas Perhubungan, Imigrasi, Pajak dll), tidak boleh diiklankan.   
  • Jasa yang Memungkinkan Perilaku Tidak Jujur: termasuk di dalam kategori ini adalah iklan untuk jasa-jasa yang bertujuan untuk mendukung penipuan, mendorong pencucian uang, pemalsuan dokumen, jual ijazah, jual sertifikat, jasa pembuatan skripsi/tesis/disertasi, skema pyramid, money game, pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor.    
  • Judi: segala bentuk perjudian dan pertaruhan tidak boleh diiklankan baik secara jelas maupun tersamar.  
  • Transplantasi Organ Tubuh: transplantasi organ tubuh seperti ginjal, jantung kornea dll tidak boleh diiklankan.
  • Barang dan/atau Jasa yang Menggunakan Fitur Merek Perusahaan: barang dan/atau jasa yang diiklankan dengan menggunakan fitur merek Perusahaan yaitu LINE tidak diperbolehkan kecuali mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perusahaan.

2. Barang dan/atau Jasa dengan Pembatasan pada Iklan 

  • Minuman Keras: hanya dapat ditayangkan pada targeted user di atas 17 tahun, tidak mempengaruhi atau merangsang khalayak untuk mulai meminum minuman keras, tidak menyarankan bahwa tidak meminum minuman keras adalah hal yang tidak wajar, tidak menggambarkan penggunaan minuman keras dalam kegiataan-kegiatan yang membahayakan keselamatan.
  • Rokok: iklan rokok tidak boleh dimuat pada media periklanan yang sasaran utaman khalayaknya berusia di bawah 17 tahun, penyiaran iklan rokok dan produk tembakau wajib memenuhi ketentuan:

tidak menyarankan orang untuk merokok;

tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat kesehatan;

tidak memperagakan atau menggambarkan dalam bentuk gambar, tulisan, atau gabungan keduanya, bungkus rokok, rokok, atau orang sedang merokok, atau mengarah pada orang yang sedang merokok;

tidak ditujukan terhadap atau menampilkan dalam bentuk gambar atau tulisan, atau gabungan keduanya, anak, remaja, atau wanita hamil;

tidak mencantumkan nama produk yang bersangkutan adalah rokok; dan

tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Obat-obatan:  

iklan tidak boleh secara eksplisit maupun implisit menganjurkan penggunaan obat yang tidak sesuai dengan ijin indikasinya;

iklan tidak boleh menganjurkan pemakaian suatu obat secara berlebihan;

iklan tidak boleh menggunakan kata, ungkapan, penggambaran atau pencitraan yang menjanjikan penyembuhan, melainkan hanya untuk membantu menghilangkan gejala dari sesuatu penyakit;

iklan tidak boleh menggambarkan atau menimbulkan kesan pemberian anjuran, rekomendasi, atau keterangan tentang penggunaan obat tertentu oleh profesi kesehatan seperti dokter, perawat, farmasis, laboratoris, dan pihak-pihak yang mewakili profesi kesehatan, beserta segala atribut, maupun yang berkonotasi profesi kesehatan;

iklan tidak boleh menganjurkan bahwa suatu obat merupakan syarat mutlak untuk mempertahankan kesehatan tubuh;

iklan tidak boleh memanipulasi atau mengekspolitasi rasa takut orang terhadap sesuatu penyakit karena tidak menggunakan obat yang diiklankan;

iklan tidak boleh menggunakan kata-kata yang berlebihan seperti “aman”, “tidak berbahaya”, “bebas efek samping”, “bebas risiko” dan ungkapan lain yang bermakna sama, tanpa disertai keterangan yang memadai;

iklan tidak boleh menawarkan diagnosa pengobatan atau perawatan melalui surat-menyurat;

iklan tidak boleh menawarkan jaminan pengembalian uang (warranty); dan

iklan tidak boleh menyebutkan adanya kemampuan untuk menyembuhkan penyakit dalam kapasitas yang melampaui batas atau tidak terbatas.

  • Pangan 

iklan tidak boleh menampilkan pemeran balita untuk produk yang bukan diperuntukkan bagi balita;

iklan tentang pangan olahan yang mengandung bahan yang berkadar tinggi sehingga dapat membahayakan dan atau mengganggu pertumbuhan dan atau perkembangan anak–anak, dilarang dimuat dalam media yang secara khusus ditujukan kepada anak–anak; dan

iklan tentang pangan yang diperuntukkan bagi bayi harus sudah mendapat persetujuan Kementerian Kesehatan atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan serta mencantumkan keterangan bahwa ia bukan pengganti ASI.

  • Vitamin, Mineral dan Suplemen 

iklan harus sesuai dengan indikasi jenis produk yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan atau badan yang berwenang untuk itu;

iklan tidak boleh menyatakan atau memberi kesan bahwa vitamin, mineral atau suplemen selalu dibutuhkan untuk melengkapi makanan yang sudah sempurna nilai gizinya;

iklan tidak boleh menyatakan atau memberi kesan bahwa penggunaan vitamin, mineral dan suplemen adalah syarat mutlak bagi semua orang, dan memberi kesan sebagai obat;

iklan tidak boleh menyatakan bahwa kesehatan, kegairahan dan kecantikan akan dapat diperoleh hanya dari penggunaan vitamin, mineral atau suplemen; dan

iklan tidak boleh mengandung pernyataan tentang peningkatan kemampuan secara langsung atau tidak langsung.

Kosmetika

iklan harus sesuai dengan indikasi jenis produk yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan atau badan yang berwenang untuk itu;

iklan tidak boleh menjanjikan hasil mutlak seketika, jika ternyata penggunaannya harus dilakukan secara teratur dan terus menerus; dan

iklan tidak boleh menawarkan hasil yang sebenarnya berada di luar kemampuan produk kosmetika.

Alat Kesehatan

-    iklan harus sesuai dengan jenis produk yang disetujui Kementerian Kesehatan, atau badan yang berwenang untuk itu; dan

iklan kondom, pembalut wanita, pewangi atau deodoran khusus dan produk-produk yang bersifat intim lainnya harus ditampilkan dengan selera yang pantas, dan pada waktu penyiaran yang khusus untuk orang dewasa.

Alat dan Fasilitas Kebugaran atau Perampingan: iklan yang menawarkan alat atau fasilitas kebugaran atau perampingan, tidak boleh memberikan janji yang tidak dapat dibuktikan ataupun mengabaikan efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan alat atau fasilitas tersebut.   

Properti: 

iklan properti hanya dapat dimediakan jika pihak pengiklan telah memperoleh hak yang sah atas kepemilikan, maupun seluruh izin yang diperlukan dari yang berwenang, serta bebas dari tuntutan oleh pihak lain manapun; dan

-  jika iklan, atau katalog yang dirujuknya, mencantumkan ketentuan tentang jual-beli, maka syarat-syaratnya harus jelas dan lengkap.

Peluang Usaha dan Investasi: iklan produk investasi yang menawarkan kesempatan berusaha, janji pengembalian modal, pinjam-meminjam atau pembagian keuntungan, wajib secara jelas dan lengkap menyebutkan sifat dan bentuk penawaran serta secara seimbang menyebutkan resiko yang mungkin dihadapi khalayak jika menjadi investor.   

Kursus dan Lowongan Kerja

- iklan kursus tidak boleh mengandung janji untuk memperoleh pekerjaan atau penghasilan tertententu; dan

iklan lowongan kerja tidak boleh secara berlebihan menjanjikan gaji dan atau tunjangan yang akan diperoleh.

Apabila Pengiklan dan/atau Agensi tidak menemukan kategori produk dan/atau jasa yang akan diiklankan pada daftar di atas, maka Pengiklan dan/atau Agensi disarankan untuk meninjaun Etika Pariwara yang berlaku.

Terakhir diperbaharui pada tanggal:  8 September 2020